Senin, 15 September 2014 , 16:52:20
Oleh : Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc
Dari Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc hafidzahullah
Ada seorang ulama' ketika dihadapkan dua orang murid :
1. murid yang sangat cerdas
2. murid yang sangat bodoh
Ketika ujian, murid yang sangat cerdas ini belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam), dan hasilnya ia mendapat nilai 95.
Namun di lain sisi murid yang sangat bodoh ini setiap hari belajar namun hasil yang ia dapat malah 45.
Dan sang ulama' itu ketika dipilihkan memilih dengan murid pertama atau murid kedua ?
Dan sang ulama' memilih murid kedua.
Kenapa ?
Karena murid yang pertama tidak mensyukuri nikmat Allah
Seharusnya dengan kecerdasan itu ia mendapat nilai 100.
Kalau saja setiap hari ia belajar, dengan kecerdasannya tersebut tentu nilai yang akan ia dapatkan bisa lebih baik dari 95.
Adapun yang bodoh itu murid yang tawakkal, walau sudah berusaha semampu mungkin namun taqdir Allah memberikannya nilai hanya 45.
Sungguh itulah kesanggupannya, dan ia telah mengeluarkan semua kemampuannya, dan Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kesanggupannya.
Adapun murid yang cerdas itu ia tidak meenjalankan amanah sesuai kemampuannya.
Wallahu a'lam.
0 comments:
Posting Komentar