Seringkali…
Diri ini sibuk ‘melebelisasi’..
Ketika ukhuwwah terbatas hanya pada
panjang pendek jilbab…
Ngaji dengan ustadz tertentu…
Denger radio dakwah tertentu..
Berada dalam suatu lembaga tertentu..
Atau belajar di ma’had tertentu..
Padahal bisa jadi,
Ibadah mereka lebih ikhlas, sholat-
sholat mereka lebih khusyu’
Tilawah mereka lebih panjang..
Tidak hanya itu, waktu-waktu mereka,
pikiran-pikiran mereka, materi mereka
untuk dakwah tidak perlu
dipertanyakan lagi…
Sedang kita, menyibukkan diri ‘memberi
nilai’ pada mereka tapi lalai tentang
‘nilai sendiri’ dihadapan Allaah…
Hanya karena (alhamdulillaah) kita
lebih dulu mengenal sunnah..
Kita lebih dulu paham tentang
manhaj…
Yang sering kali membuat kita merasa
‘lebih’ dan ‘aman’…
Bisa jadi,
Jika mereka mengetahui apa yang saat
ini kita ketahui (dari ilmu) mereka jauh
dan jauh lebih baik daripada kita…
Wahai jiwa, bijaklah..
Wahai jiwa, wasath lah..
Wahai jiwa, tempatkan wala’ dan
baro’ah mu sesuai tampatnya…
Wahai jiwa, sibukanlah dalam menilai
dirimu sendiri, sudah sejauh mana
dirimu dalam mengikuti para
sahabat..lebih dari sebuah ‘legalitas
kelompok’.
“Manusia kadang adalah pengacara
yang hebat untuk kesalahan diri sendiri.
Tapi berubah jadi hakim yang mahsyur
untuk kesalahan orang lain.”
Wallahul musta’an.
SemangatDakwah!
0 comments:
Posting Komentar