Assalamu'alaikum akhi wa ukhti!
Kali ini, artikel yang akan kami sampaikan adalah niat buruk kaum Yahudi. Yuk, check this out! :D
Kali ini, artikel yang akan kami sampaikan adalah niat buruk kaum Yahudi. Yuk, check this out! :D
Mari kita kenal lebih dekat tentang Yahudi. Mungkin beberapa dari kita bertanya-tanya. "Apa itu agama Yahudi?"
Ada beberapa versi mengenai hal ini. Wallahu'alam bishawab.
Menurut guru agama SMP saya, kaum Yahudi adalah kaum yang tidak pernah mengikuti perintah Tuhan (Allah SWT.), tetapi mengikuti apa kata para 'rabbinya.' Lho memangnya beda Tuhan dengan 'rabbi'?
Menurut penuturan seorang mantan Yahudi yang memeluk Islam, Amalia Rehman, menjelaskan tentang agama yang pernah dianutnya itu.
"Semua berdasarkan pada siapa yang menurut Anda benar, sangat ambigu. Agama Yahudi bukan agama sejati, bukan agama kebenaran.", ujar Amalia.
Lihat keterangan lebih lanjut di siniJadi yang dimaksud rabbinya itu adalah orang-orang yang menurut mereka adalah benar. Lebih lanjut mengenai Yahudi, bisa dilihat juga di sini
Selanjutnya, sesuai dengan judul postingan di atas, mari kupas beberapa niat busuk (tersembunyi) penganut Yahudi.
Siapa yang tak kenal dengan susu sapi? Banyak susu yang beredar di Indonesia yang berasal dari sapi. Mungkin, beberapa dari kita masih ada yang berpikiran bahwa susu sapi itu menyehatkan. Tetapi, tahukah kalian bahwa ternyata susu yang lebih menyehatkan itu adalah SUSU KAMBING?
Konsumsi segelas susu kambing dapat memenuhi 32,6 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 27 persen kebutuhan tubuh akan fosfor setiap hari. Sebaliknya, segelas susu sapi hanya memenuhi 29,7 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 23,2 persen fosfor setiap hari.
Dan tahukah kalian bahwa Rasulullah saw. pun menganjurkan kita untuk meminum susu kambing, bukan susu sapi.
Riwayat dari sahabat Rasulullah yaitu Ibnu Abbas ra, “Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khalid bin al Walid masuk ke rumah Maimunah. Maimunah menyuguhkan kepada kami satu wadah berisi susu kambing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas meminumnya. Aku berada di sebelah kanan Rasulullah sedangkan Khalid ada di sebelah kiri Rasulullah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika minum susu maka ucapkanlah, ‘Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu’ (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5957). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun makanan yang bisa menggantikan makanan dan minuman melebihi susu.
Hadits di atas diriwayatkan oleh Ahmad 3/302 dengan sanad yang sahih. Kisah di atas asalnya ada di Muwatha’ dan Sahih Bukhari Muslim. Juga tercantum dalam Sahih Tirmidzi no 3455.
Tahukah kalian, bahwa sebenarnya penganut Yahudi lah yang "pertama kali menyebarluaskan bahwa susu sapi lebih sehat dibandingkan susu kambing." Bahkan, penganut Yahudi pun tak pernah meminum susu sapi, karena mereka tahu, bahwa sunnah Rasulullah ini memang menyehatkan! Khasiat susu kambing selengkapnya dapat dilihat di -> Khasiat susu kambing
Selain itu, seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan kebiasaan orang-orang adalah makan nasi terlebih dahulu, baru memakan buah. Sekarang, mari lihat informasi yang kami dapat.
Menurut ilmu biologi, setelah nasi masuk ke dalam tubuh maka akan diproduksi L-Tryptophan, yaitu asam amino yang menjadi bahan dasar terbentuknya niacin, vitamin B. Niacin sendiri akan dipakai untuk membuat serotonin, zat penghantar sinyal di otak yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan menyebabkan kita jatuh tertidur. Makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, akan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin, yang akan menyimpan makanan dalam tubuh.Beberapa asam amino lain yang tadinya terkandung di dalam darah bersama-sama dengan L-Tryptophan, akan masuk ke dalam sel otot. Akibatnya, akan terjadi peningkatan pada konsentrasi relatif L-Tryptophan dalam darah dan serotonin yang terbentuk membuat kita mengantuk. Itulah mengapa sebabnya setelah makan berat biasanya kita akan mengantuk dan ingin tidur. Perlu diingat, buah merupakan bahan makanan yang mengandung fruktosa sehingga dapat pula menimbulkan peningkatan kadar insulin. Dan untuk itu, makan buah dianjurkan sebelum makan nasi karena untuk menghindari kerja berat dari pankeras menghasilkan insulin.Jika makan nasi lebih dulu, pankreas akan bekerja berat untuk mengolah nasi dan protein yang ada dalam lauk pauk dan memerlukan waktu berjam-jam. Sehingga, jika buah dimakan setelah makan nasi, maka buah yang sudah berada di dalam perut akan mengalami antrian yang panjang untuk diproses sehingga menjadi busuk. Karena sifat buah yang tak bisa bertahan lama.Dan tahukah kalian, wahai sahabatku, bahwa yang menyebarluaskan berita mengenai memakan nasi terlebih dulu baru memakan buah adalah juga berasal dari "penganut Yahudi"?
Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah, "Mengapa orang-orang Yahudi suka sekali menyebarluaskan berita yang tidak benar / merugikan?"
Kaum Yahudi dikenal dengan kaum yang cerdas, meskipun jumlahnya tak banyak di dunia ini. Itulah mengapa Adolf Hitler, pada masanya berhasil membantai kaum Yahudi. Kecerdasan, kebusukan, sekaligus kelicikannya membuatnya menjadi kaum yang cerdas. Memang, tak semua Yahudi itu jahat, seperti yang tertera dalam Al Qur'ran, “Dan kami membagi mereka (Yahudi) di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang baik dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan kami uji mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk agar mereka kembali kepada kebenaran,” (Al-A’raaf : 168).
“Saya bisa membunuh semua bangsa yahudi ketika saya berkuasa, tapi saya tinggalkan sedikit untuk kamu kenali siapakah sebenarnya bangsa Yahudi dan mengapa saya membunuh mereka." - Adolf HitlerMereka sengaja menyebarluaskan berita itu dengan bertujuan agar umat Islam tidak bisa menjadi orang yang maju! Mereka menginginkan kita semua terus berada dalam kebodohan, ketidaktahuan, dan kesesatan.
Mari kita intropeksi diri masing-masing. Semoga artikel ini bermanfaat! Keep hamasah! :D
0 comments:
Posting Komentar