Hmm memang tak ada yang aneh. Bukankah cinta adalah fitrah manusia? Tak pantaskah jika seorang akhwat jatuh cinta? Mereka juga punya hati dan rasa.
Lantas, tahukah kalian betapa berbedanya mereka ketika telah ada seorang lelaki mengetuk hatinya?
-> Tak ada senyum bahagia
-> Tiada rona malu di wajah
-> Tak ada buncah suka di dada
Yang ada hanya sebaliknya.
Ketika seorang akhwat jatuh cinta, yang mereka rasakan hanyalah penyesalan. Mengapa?
Karena mereka malu! Malu atas hijab yang tersingkap, namun dalam pikirannya bergelayut seorang lelaki yang belum halal baginya.
Mereka ketakutan! Mereka sangat takut atas cinta yang tak suci lagi bagi mereka!
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, mereka akan merasa sedih. Karena sebuah rasa yang tak semestinya.
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu.
Yang mereka rasakan hanyalah penyesalan. Karena rasa cinta terhadap-Nya yang ternodai oleh lelaki yang belum halal baginya.
Yang mereka rasakan hanyalah kegelisahan. Atas rasa yang takut salah arah.
Ketika akhwat jatuh cinta, bukan harapan untuk bertemu yang dinantikan.
Namun hanya rasa menghindar dan ingin menjauh darinya.
Tak ada kata-kata cinta dan rayu.
Mereka merasa sangat khawatir! Atas hati yang mulai merasa rindu terhadap lelaki yang belum halal banginya. Atau mungkin..... tak akan pernah halal baginya!
Ketika akhwat jatuh cinta, maka perhatikanlah!
Kegelisahan yang ada dalam hatinya, yang takkan mampu lagi memberi ketenangan di wajahnya yang dulu teduh.
Mereka berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya!
Wahai, Ukhti!
Peliharalah hatimu dan dirimu.
Jagalah perasaanmu, seperti Fatimah yang pintar menjaga perasaannya pada Ali, sampai-sampai syaithan pun tak mengetahuinya.
Wahai, Ukhti!
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia.
Arahkan hatimu untuk istiqamah berada di jalan-Nya.
Berdoalah! Dan jadilah seorang shalihat yang senantiasa berubah ke arah yang lebih baik.
Yakinlah, bahwa dia (calon pasanganmu) di luar sana akan melakukan hal yang sama. Karena sesungguhnya, lelaki yang shalih hanya untuk perempuan yang shalihah.

0 comments:
Posting Komentar